Banyak manusia yang merasa ketakutan terhadap jenis hewan tertentu. Hal itu dirasa wajar karena ternyata di dunia yang luas ini banyak sekali tersebar jenis hewan yang berbahaya dan mematikan. Bahkan hewan yang kita duga lucu dan menggemaskan bisa menjadi pembunuh yang sangat hebat terhadap mangsanya.
Sebagian besar hewan mungkin ada yang dikategorikan sebagai hewan predator terganas di dunia. Namun, terkadang kita juga tidak menyangka bahwa hewan yang kita rasa berukuran kecil dan tidak berbahaya justru merupakan hewan yang memiliki kemampuan membunuh mangsanya dengan cara yang sadis. Berikut ini adalah 7 hewan yang ternyata memiliki kemampuan membunuh tersadis.
1. Tawon Parasit
Tawon Parasit ( Parasitic Wasp) merupakan jenis tawon yang memiliki aktivitas reproduksi yang unik.
Karena tawon ini menggunakan berbagai organisme sebagai inangnya, mulai dari laba-laba, ulat, atau larva serangga lainnya. Tawon menyengat sang mangsa dan mulai bertelur di dalamnya. Setelah telurnya menetas, larva tawon perlahan memakan korban dari dalam sampai keluar yang mengerikan.
Sebagian jenis tawon ini malah ada yang mampu mengontrol inangnya untuk bergerak mencari lokasi yang pas untuk bertelur. Ketika sudah cukup besar, para larva itu akan keluar dari tubuh inangnya secara bersama-sama. Namun si inang tidak menyadari bahwa larva tersebut merupakan larva dari tawon parasit. Mereka mengganggap larva-larva itu merupakan keturunan mereka, lalu menjaganya hingga menjadi pupa atau tawon parasit dewasa.
2. Candiru
Mungkin sebagian besar dari kita belum pernah mendengar nama hewan ini. Ya benar saja, hal itu dikarenakan hewan ini kurang terekspos keberadaannya. Untuk sekedar diketahui, Candiru adalah sejenis ikan air tawar yang sekelompok dengan ikan lele. Hewan jenis ini dapat ditemukan di Sungai Amazon dan menjadi hewan yang paling ditakuti oleh penduduk lokal. Candiru merupakan hewan parasit yang bisa saja berenang di saluran urin manusia. Hal itu dapat terjadi ketika seseorang mandi di sungai Amazon ataupun alirannya.
Selain itu hewan yang satu ini sering masuk ke dalam insang ikan sehingga membuatnya mendapat julukan “ikan vampir dari Brazil. Selain itu, hewan kecil yang satu ini juga menghisap darah dari inang yang di masukinya. Lalu bagaimana jika Candiru masuk ke dalam tubuh manusia? Ikan ini akan berenang langsung ke paru-paru dan menghisap darah kita, bahkan juga bisa menyebabkan kematian pada inangnya.
3. Musang Berkaki Hitam
Hewan yang merupakan anggota keluarga dari Mustelidae ini sudah terkenal karena keganasannya terhadap mangsanya. Meskipun memiliki bentuk yang lucu dan menggemaskan tapi ternyata hewan yang satu ini sering sekali mendatangi kandang hewan lainnya secara diam-diam di malam hari. Setelah memasuki kandang tersebut, hewan yang satu ini menggunakan cakarnya serta memukul hewan yang berada di dalamnya di bagian kepala. Tentu saja hal tersebuut membuat korbannya bisa mati dengan cepat. Setelah korbannya tewas, musang berkaki hitam ini langsung memangsanya.
4. Kunang-Kunang Photuris
Kita pasti sering mendengar jika ketika belalang sembah melakukan perkawinan maka setelahnya si belalang betina akan memangsa belalang jantannya. Namun, hal sebaliknya justru terjadi pada kunang-kunang Photuris. Si Photuris jantan akan meniru sinyal cahaya bentina untuk menarik pejantan lainnya yang kemudian akan dibunuh oleh si pejantan tersebut.
5. Ular Rumput
Ular rumput dianggap sebagai salah satu spesies ular yang paling mengerikan. Bagaimana tidak? Ternyata mereka memiliki bisa yang sangat beracun untuk memangsa korbannya dengan cara yang kejam. Ular jenis ini menelan mangsanya hidup-hidup sembari mencekik korbannya dengan cara melilit tubuh hewan tersebut. Mangsanya juga bukan hewan kecil, terkadang hewan sebesar sapi pun bisa takluk karena lilitannya.
6. Komodo
Komodo merupakan hewan asli yang dimiliki oleh Indonesia. Komodo dikenal sebagai salah satu kadal terbesar dan berbahaya yang ada di dunia. mulut mereka ternyata dipenuhi oleh campuran bakteri beracun yang dapat menyebabkan infeksi luka pada mangsanya. Bahkan yang paling berbahaya dari liur binatang ini adalah dapat menyebabkan kematian pada korbannya. Itulah yang menjadi penyebab komodo dianggap setara dengan ular yang paling mematikan di dunia.
7. Lamprey Laut
Kebanyakan orang akan merasa jijik jika melihat lintah. Namun, bisakah anda membayangkan jika ada hewan yang mirip lintah namun memiliki ukuran yang jauh lebih besar? Ya tentu saja hal tersebut akan membuat kita takut. Hewan tersebut adalah Lamprey laut, hewan ini memiliki panjang tiga kaki dan tentu saja menghisap darah. Vertebrata primitif ini hidup dan berkembang di Great Lakes, Amerika Utara. Lamprey ini memiliki julukan sebagai lintah raksasa yang tidak akan melepaskan pengait giginya dari tubuh si korban. Ia aka terus mengaitkan giginya hingga dirinya puas menghisap darah si korban.
Itulah 7 hewan yang ternyata memiliki kemampuan membunuh paling sadis di dunia. Untuk itu, kita harus berhati-hati apabila berada di sebuah tempat yang masih tampak asing seperti di hutan. Tetaplah waspada terhadap hewan yang dianggap tidak berbahaya tersebut.
Awas, Konsumsi 6 Hewan Ini Dapat Sebabkan Kematian
Di dunia ini terdapat banyak jenis hewan yang dapat dikonsumsi dan diolah menjadi hidangan menggugah selera. Namun ternyata tidak semua jenis hewan tersbut dapat dimakan oleh manusia. Itu dikarenakan ada hewan yang mengandung racun mematikan bahkan dapat menularkan berbagai penyakit kepada yang memakannya.
Namun di beberapa negara, makanan dari hewan-hewan beracun tersebut justru dianggap sebagai makanan lezat dan menjadi hidangan nasional. Bahkan di beberapa negara maju di Asia sudah banyak penduduk yang terbiasa atau bahkan senang mengkonsumsi hewan yang berbahaya ini. Tanpa mereka sadari resiko yang akan mereka peroleh setelah mengkonsumsinya. Hewan apa sajakah yang ternyata dapat menyebabkan kematian ini? Berikut adalah 6 hewan yang ternyata berbahaya untuk dikonsumsi.
1. Bull Frog
Hewan mematikan pertama yaitu Bull Frog atau kenal dengan sebutan Kodok Lembu. Jenis kodok yang satu ini berukuran sangat besar dan mempunyai suara yang keras. Anda bisa menjumpai olahan makanan dari Bull Frog ini di Asia dan Afrika. Bahkan olahan makanan dari hewan yang satu ini menjadi makanan favorit bagi bangsa Afrika. Mereka mengkonsumsi hampir seluruh bagian kodok tersebut kecuali bagian organnya.
Namun, sebenarnya olahan makanan dari bahan kodok jenis ini sangar berbahaya. Karena Bull Frog ini mengandung racun di dalam tubuhnya. Jika kodok ini dimakan, maka orang yang mengkonsumsinya akan mengalami gagal ginjal dan pembengkakan saluran kemih. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makan akan beresiko menyebabkan kematian.
Di Namibia, kodok ini hanya boleh dipanen setelah hujan ketika atau lebih tepatnya setelah memasuki dewasa. Pada saat ini, racun dari bull frog Namibia sudah mulai melemah. Warga di sana biasanya memotong kaki kodok dan memasaknya dengan berbagai jenis tumbuhan tradisional yang dipercaya dapat menetralkan racunnya. Akan tetapi, metode tersebut belum terbukti kebenarannya. Untuk itu, lebih baik menghindari konsumsi olahan apapun dari hewan jenis ini.
2. Fugu (Pufferfish)
Fugu (Pufferfish) atau yang lebih dikenal dengan sebutan ikan buntal ini juga menjadi hewan yang ternyata dapat mematikan ketika dikonsumsi. Meskipun ikan yang satu ini terlihat lucu karena bisa menggelembungkan tubuhnya, namun siapa sangka jika ia sudah pernah menyebabkan 44 orang mengalami luka-luka dan 5 orang meninggal dunia setelah mengkonsumsinya.
Ikan yang banyak terdapat di Jepang ini ternyata mempunyai racun yang dapat menyerang liver orang yang mengkonsumsinya. Tidak hanya itu, ikan Fugu in juga dapat memicu pendarahan bagian dalam. Racun tetrodotoxin yang terdapat di dalam tubuhnya ini berguna untuk mempertahankan diri dari bahaya. Racun ini terkonsentrasi di bagian-bagian tubuh yang berbeda-beda seperti di insang dan kepalanya. Setelah mengkonsumsinya maka racun tersebut akan bereaksi dengan melumpuhkan otak dan gangguan pada saluran pernapasan.
Belum ditemukan penawar dari racun ini. walaupun dalam dosis yang kecil, namun mengkonsumsi olahan ikan yang satu ini bisa saja mengatarkan ada menuju kematian. Namun anehnya, daging dari
tubuh yang berbeda pula. Ada yang terkumpul di insang atau kepala.
3. Sannakji
Sannakji atau lebih dikenal sebagai cumi-cumi kecil ternyata juga merupakan hewan yang bisa mematikan jika dikonsumsi. Olahan makanan dari hewan ini termasuk sajian yang biasanya disajikan mentah dan populer di Korea. Cara pengolahan hewan ini cukup dipotong-potong saja dan ditambahkan wijen. Karena masih hidup,tentakelnya masih bergerak-gerak saat makan.
Menurut sebuah data, ada sekitar 6 orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengkonsumsi olahan makanan Sannakji. Untuk itu, memakan sannakji membutuhkan teknik tertentu. Karena apabila tidak dikonsumsi dengan benar maka akan mengakibatkan tentakelnya tersangkut di tenggorokan dan menghisap dinding tenggorokan. Hal tersebut tentu saja dapat membuat orang yang memakannya akan mengalami sesak napas karena tersedak.
4. Blood Clams
Blood Clams atau lebih terkenal dengan nama Kerang Darah ini banyak ditemukan di daerah China. Banyaknya jumlah hewan ini membuat penduduk suka untuk mengkonsumsinya. Mereka mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan yang terlihat menggugah selera. Namun, meskipun sudah direbus beberapa waktu, tetap saja kerang ini bisa menyebabkan serta menularkan penyakit hepatitis, Thypoid serta disentri bahkan karenanya dapat menyebabkan kematian.
5. Echizen Kurage
Echizen Kurage ini merupakan jenis ubur-ubur raksasa yang banyak tersebar di perairan Jepang. Untuk mempertahankan hidupnya, ia harus memakan ikan tuna yang sedang terperangkap dengan racun di seluruh tubuhnya yang dilepaskan. Itulah yang menyebabkan orang yang memasak olahan makanan dari hewan ini harus benar-benar pandai dalam membersihkan racun-racun tersebut. Karena jika tidak, racun itu akan ikut termakan oleh orang yang mengkonsumsinya dan dapat menyebabkan kematian.
6. Lutefisk
Lutefisk ini merupakan olahan makanan ikan yang disiram dengan Iye yang berasal dari Norwegia. Iye sendiri merupakan soda yang memiliki citarasa tajam. Dibuat dari ikan cod yang diasap ataupun diasinkan, kemudian direndam dalam Iye atau air selama beberapa hari sampai dagingnya mengembang dan lunak seperti agar-agar.
Namun, pada titik ikan tersebut mempunyai Ph antara 11 dan 12 maka mengkonsumsi olahan ini akan menjadi berbahaya. Namun, dengan pengolahan yang baik lebih pada proses selanjutnya dapat membuat luterfisk relatif aman untuk dimakan. Jenis olahan ini biasanya disajikan sebagai hidangan khas Natal.
Itulah enam jenis hewan yang ternyata dapat menyebabkan kematian bagi yang mengkonsumsinya. Untuk menghindari segala kemungkinan yang terjadi, alangkah lebih baiknya apabila kita tidak memakan olahan makanan dari hewan tersebut. Pilihlah jenis hewan yang lebih menyehatkan dan lazim untuk dikonsumsi.
Namun di beberapa negara, makanan dari hewan-hewan beracun tersebut justru dianggap sebagai makanan lezat dan menjadi hidangan nasional. Bahkan di beberapa negara maju di Asia sudah banyak penduduk yang terbiasa atau bahkan senang mengkonsumsi hewan yang berbahaya ini. Tanpa mereka sadari resiko yang akan mereka peroleh setelah mengkonsumsinya. Hewan apa sajakah yang ternyata dapat menyebabkan kematian ini? Berikut adalah 6 hewan yang ternyata berbahaya untuk dikonsumsi.
1. Bull Frog
Hewan mematikan pertama yaitu Bull Frog atau kenal dengan sebutan Kodok Lembu. Jenis kodok yang satu ini berukuran sangat besar dan mempunyai suara yang keras. Anda bisa menjumpai olahan makanan dari Bull Frog ini di Asia dan Afrika. Bahkan olahan makanan dari hewan yang satu ini menjadi makanan favorit bagi bangsa Afrika. Mereka mengkonsumsi hampir seluruh bagian kodok tersebut kecuali bagian organnya.
Namun, sebenarnya olahan makanan dari bahan kodok jenis ini sangar berbahaya. Karena Bull Frog ini mengandung racun di dalam tubuhnya. Jika kodok ini dimakan, maka orang yang mengkonsumsinya akan mengalami gagal ginjal dan pembengkakan saluran kemih. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, makan akan beresiko menyebabkan kematian.
Di Namibia, kodok ini hanya boleh dipanen setelah hujan ketika atau lebih tepatnya setelah memasuki dewasa. Pada saat ini, racun dari bull frog Namibia sudah mulai melemah. Warga di sana biasanya memotong kaki kodok dan memasaknya dengan berbagai jenis tumbuhan tradisional yang dipercaya dapat menetralkan racunnya. Akan tetapi, metode tersebut belum terbukti kebenarannya. Untuk itu, lebih baik menghindari konsumsi olahan apapun dari hewan jenis ini.
2. Fugu (Pufferfish)
Fugu (Pufferfish) atau yang lebih dikenal dengan sebutan ikan buntal ini juga menjadi hewan yang ternyata dapat mematikan ketika dikonsumsi. Meskipun ikan yang satu ini terlihat lucu karena bisa menggelembungkan tubuhnya, namun siapa sangka jika ia sudah pernah menyebabkan 44 orang mengalami luka-luka dan 5 orang meninggal dunia setelah mengkonsumsinya.
Ikan yang banyak terdapat di Jepang ini ternyata mempunyai racun yang dapat menyerang liver orang yang mengkonsumsinya. Tidak hanya itu, ikan Fugu in juga dapat memicu pendarahan bagian dalam. Racun tetrodotoxin yang terdapat di dalam tubuhnya ini berguna untuk mempertahankan diri dari bahaya. Racun ini terkonsentrasi di bagian-bagian tubuh yang berbeda-beda seperti di insang dan kepalanya. Setelah mengkonsumsinya maka racun tersebut akan bereaksi dengan melumpuhkan otak dan gangguan pada saluran pernapasan.
Belum ditemukan penawar dari racun ini. walaupun dalam dosis yang kecil, namun mengkonsumsi olahan ikan yang satu ini bisa saja mengatarkan ada menuju kematian. Namun anehnya, daging dari
tubuh yang berbeda pula. Ada yang terkumpul di insang atau kepala.
3. Sannakji
Sannakji atau lebih dikenal sebagai cumi-cumi kecil ternyata juga merupakan hewan yang bisa mematikan jika dikonsumsi. Olahan makanan dari hewan ini termasuk sajian yang biasanya disajikan mentah dan populer di Korea. Cara pengolahan hewan ini cukup dipotong-potong saja dan ditambahkan wijen. Karena masih hidup,tentakelnya masih bergerak-gerak saat makan.
Menurut sebuah data, ada sekitar 6 orang yang meninggal dunia setiap tahunnya karena mengkonsumsi olahan makanan Sannakji. Untuk itu, memakan sannakji membutuhkan teknik tertentu. Karena apabila tidak dikonsumsi dengan benar maka akan mengakibatkan tentakelnya tersangkut di tenggorokan dan menghisap dinding tenggorokan. Hal tersebut tentu saja dapat membuat orang yang memakannya akan mengalami sesak napas karena tersedak.
4. Blood Clams
Blood Clams atau lebih terkenal dengan nama Kerang Darah ini banyak ditemukan di daerah China. Banyaknya jumlah hewan ini membuat penduduk suka untuk mengkonsumsinya. Mereka mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan yang terlihat menggugah selera. Namun, meskipun sudah direbus beberapa waktu, tetap saja kerang ini bisa menyebabkan serta menularkan penyakit hepatitis, Thypoid serta disentri bahkan karenanya dapat menyebabkan kematian.
5. Echizen Kurage
Echizen Kurage ini merupakan jenis ubur-ubur raksasa yang banyak tersebar di perairan Jepang. Untuk mempertahankan hidupnya, ia harus memakan ikan tuna yang sedang terperangkap dengan racun di seluruh tubuhnya yang dilepaskan. Itulah yang menyebabkan orang yang memasak olahan makanan dari hewan ini harus benar-benar pandai dalam membersihkan racun-racun tersebut. Karena jika tidak, racun itu akan ikut termakan oleh orang yang mengkonsumsinya dan dapat menyebabkan kematian.
6. Lutefisk
Lutefisk ini merupakan olahan makanan ikan yang disiram dengan Iye yang berasal dari Norwegia. Iye sendiri merupakan soda yang memiliki citarasa tajam. Dibuat dari ikan cod yang diasap ataupun diasinkan, kemudian direndam dalam Iye atau air selama beberapa hari sampai dagingnya mengembang dan lunak seperti agar-agar.
Namun, pada titik ikan tersebut mempunyai Ph antara 11 dan 12 maka mengkonsumsi olahan ini akan menjadi berbahaya. Namun, dengan pengolahan yang baik lebih pada proses selanjutnya dapat membuat luterfisk relatif aman untuk dimakan. Jenis olahan ini biasanya disajikan sebagai hidangan khas Natal.
Itulah enam jenis hewan yang ternyata dapat menyebabkan kematian bagi yang mengkonsumsinya. Untuk menghindari segala kemungkinan yang terjadi, alangkah lebih baiknya apabila kita tidak memakan olahan makanan dari hewan tersebut. Pilihlah jenis hewan yang lebih menyehatkan dan lazim untuk dikonsumsi.
Geger Ikan Monster Tertangkap di Laut Bekas Ledakan Nuklir
Seorang nelayan Jepang berhasil menangkap seekor ikan super menakutkan di laut dekat terjadinya kecelakaan nuklir Fukushima.
Ikan seperti monster itu diyakini dari jenis wolffish yang menghuni laut dalam. Ikan besar tersebut terlihat seperti binatang purba dengan mulut yang lebar dan ukuran kepala yang besar.
Nelayan Jepang bernama Hirasaka Hiroshi tersebut kemudian mengunggah foto selfie dirinya dengan tangkapannya itu di Twitter. Dia menyebut ikan tersebut dari jenis wolffish.
"Ini hasil tangkapan yang layak di [Hokkaido] setelah mencoba dua kali dalam waktu tiga bulan. Ikan ini super cool..," tulis Hiroshi di Twitter.
Wolffish umumnya hidup di Samudra Pasifik dan Samudera Atlantik. Mereka adalah jenis ikan penghuni laut dalam dan sangat jarang berada jauh dari permukaan dasar laut.
Ikan jenis wolffish biasanya bisa tumbuh sampai sekitar satu meter. Sementara yang ditemukan Hiroshi ukurannya mendekati dua meter.
Hiroshi mengatakan ia mendapat tangkapannya itu di Pulau Hokkaido yang terletak di utara Jepang, dekat perairan Rusia.
Lokasi tersebut juga tidak terlalu jauh dari tempat terjadinya kecelakaan nuklir Fukushima pada tahun 2011. Penemuan ikan monster ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak ekologi laut akibat kecelakaan nuklir Fukushima.
Tak Mau Dianggap Miskin, Wanita Kaya Lempar Uang Segepok
Sebuah video memperlihatkan seorang wanita kaya raya marah-marah kepada penjaga toko perhiasan di Tiongkok.
Wanita yang sedang marah besar itu bahkan melempar sejumlah uang ke wajah penjaga toko. Rupanya dia ingin melihat sebuah gelang, namun penjaga toko tidak mengizinkannya.
Sebagai penjaga toko yang baik, dia harus menaati aturan toko yang melarang karyawan untuk mengeluarkan perhiasan dalam jumlah tertentu. Pemilik toko khawatir emas jualannya akan dicuri.
Insiden ini diyakini terjadi pada 25 September lalu di sebuah toko perhiasan di Handan, timur laut Tiongkok.
Wanita kaya yang tak paham aturan itu mulai berteriak pada penjaga toko dengan mengatakan, "Kau pikir aku tidak bisa membelinya?" Wanita itu juga terdengar mengatakan, "Apakah kamu tahu siapa ayahku?"
Tetap menjaga profesionalisme, penjaga toko itu berusaha tetap tersenyum selama dimarahi dan dipermalukan. Sampai akhirnya, wanita kaya itu mulai mengobrak-abrik tasnya dan mengeluarkan beberapa gepok uang tunai pecahan 100 yuan.
Saking marahnya, Dia kemudian melemparkan uang tunai tersebut ke wajah penjaga toko itu. Meskipun terlihat tenang, penjaga toko itu tampaknya benar-benar malu.
Insiden saat wanita itu melempar uang ke wajah penjaga toko sampai menarik perhatian pelanggan lain yang mungkin temannya.
Banyak yang bertanya-tanya tentang ayah wanita kaya pemarah itu. Namun informasi mengenai siapa dia belum terungkap.
Berikut kisah-kisah inspiring tentang si kaya dan si miskin, klik halaman selanjutnya..
Foto Selfie Kembali Memakan Korban Meninggal Dunia
Lagi lagi hasrat untuk mendapatkan foto selfie ekstrim kembali memakan korban. Seorang pemuda asal Rusia bernama Andrey Retrovky tewas usai terjatuh dari atas gedung berlantai 9.
Awalnya Andrey berhasil mendapatkan beberapa foto dirinya sedang berada di tepi gedung lantai 9 tersebut. Dengan bantuan temannya, foto tersebut sempat diunggah di Instagram.
Foto Andrey melayang di tepi gedung dengan hanya menggunakan satu tangan menjadi foto terakhir selfie nya. Pada pengambilan foto berikutnya nyawa Andrey tidak tertolong usai terjatuh dari lantai 9 karena tali pegangannya rusak.
"Ingin pura pura terjatuh, malah terjatuh sungguhan. Kasihan kamu saya turut berduka", komentar seorang netizen.
Kejadian yang menimpa Andrey ini bisa jadi pelajaran bagi para penggila selfie agar lebih mementingkan keselamatan dari pada sekedar hasil yang justru bisa berujung kematian.
Tidak terhitung jumlah para pencinta foto selfie yang terluka atau bahkan hingga meninggal dunia karena tidak memperhitungkan keselamatan saat berfoto.
Geger Penemuan Hewan Aneh: Bertubuh Sapi, Berkepala Buaya
Para ahli dibuat bingung dengan kemunculan secara tiba-tiba makhluk aneh di sebuah desa terpencil di Thailand.
Penduduk desa terkejut ketika menemukan binatang dengan bentuk tubuh ganjil yang terus menampakkan diri di High Rock, Wanghin di Thailand.
Binatang itu memiliki kaki-kaki berkuku seperti seekor sapi. Tetapi kepala dan tubuhnya mirip seekor buaya. Apalagi dengan kulitnya yang bersisik.
Yang membuat binatang aneh ini semakin mirip buaya adalah dia tidak mampu berdiri di atas keempat kakinya yang mirip sapi itu. Dia hanya bisa berbaring seperti seekor buaya.
Situs Thailand Rath melaporkan binatang aneh ini meninggal setelah melahirkan dan menambahkan. "Ini sangat mengejutkan dan diyakini membawa keberuntungan bagi keluarga yang menemukannya pertama kali dan warga desa," tulis media itu.
Akhir-akhir ini berita menggemparkan tentang penemuan binatang aneh terus bermunculan.
Beberapa waktu yang lalu ada video yang memperlihatkan sekelompok pria dengan pakaian anti-radiasi mengangkat sosok mirip putri duyung dari sebuah danau di Polandia.
Jembatan kaca tertinggi di dunia retak, begini jadinya….
Berada di tengah jembatan kaca sepanjang 300 meter, sementara 180 meter di bawahnya adalah jurang. Bagaimana kalau kaca jembatan itu ternyata retak? Begini kisah lengkapnya!
Ya, bagi Anda yang gemar berwisata ke luar negeri tentu tidak asing dengan jembatan kaca yang ada di Gunung Yuntai, Provinsi Henan, Tiongkok. Dalam kondisi normal saja, wisatawan perlu nyali besar untuk melintas di jembatan yang sudah hampir sebulan ini dibuka, apa lagi kalau ditemukan adanya keretakan kaca.
Dikabarkan, salah satu bagian dari konstruksi kaca jembatan tersebut retak, Senin (05/10/2015). Seorang netizen mengunggah foto salah bagian konstruksi kaca jembatan yang pecah, dan mengatakan bahwa bagian dari konstruksi yang pecah itu merupakan bagian lapisan bawah jembatan. Tak ayal lagi, hal itu membuat pengunjung panik.
“Saya menyaksikan momen bersejarah jembatan kaca Yuntaishan retak, ketika saya hampir sampai di ujung jembatan saya mendengar suara retakan keras, dan membuat konstruksi di bawah kaki saya bergoyang,” ujar netizen bernama Li Dong Hai Shou Chi Zha Ni Hao Wo De Ai, seperti dikutip dari AsiaOne dari Apple Daily, Rabu (07/10/2015).
Ia mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab retak di konstruksi kaca tersebut, namun ketika hal itu terjadi para pengunjung panik.
Retaknya sebagian kaca tersebut bukan tanpa sebab. Ternyata itu terjadi setelah seorang turis usil menjatuhkan cangkir stainless steel di atasnya. Hal tersebut diungkapkan seorang juru bicara biro pariwisata Gunung Yuntai.
Akibat insiden ini, jembatan kaca tertinggi di dunia itu ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.
Menggantung setinggi 180 meter di atas jurang di Taman Nasional Shiniuzhai Geo i Ping county, jembatan gantung Yuntai resmi dibuka pada 24 September 2015. Jembatan ini berarti Jembatan Pria Berani yang dibangun dengan menggunakan panel kaca dengan tebal 24 milimeter tebal dimana memiliki kekuatan 25 kali lebih kuat dari kaca biasa.
Modifikasi Mobil Keren Disiram Air Berubah Warna
Video Lamborghini Berubah warna saat dibasahkan air
Gambar Grafiti Hulk muncul di Mobil BMW X6 saat disiram Air Panas
Ada Superhero Captain Amerika dibalik Body Lamborghini Gallardo ini
Wow! Fosil Ular Berkaki Empat Ditemukan di Brasil
Sebuah fosil ular berkaki empat berusia 113 juta tahun ditemukan di Brasil. Fosil seperti ini adalah yang pertama dilihat ilmuwan dan diperkirakan adalah nenek moyang ular masa kini.
Tangan dan kaki kecilnya itu diduga tidak digunakan untuk berjalan dan berenang, tetapi mungkin membantunya mencengkeram mangsa dan menggali. Temuan itu memperkuat asumsi yang mengatakan bahwa ular berevolusi di daratan.
Perdebatan itu sudah lama berlangsung di antara ahli palaentologi, dan para peneliti mengatakan bahwa makin sedikit bukti yang menunjukkan ular berkembang dari reptil laut.
"Ini adalah fosil ular yang paling primitif, dan tampak jelas ini tidak hidup di air," kata Dr Nick Longrich dari University of Bath, salah satu peneliti studi itu. Berbicara kepada Science in Action untuk BBC, Longrich menjelaskan, makhluk ini tidak memiliki buntut yang berbentuk seperti dayung untuk berenang dan tidak memiliki tanda-tanda sirip.
Sedangkan belalainya yang panjang dan moncong pendek adalah fitur yang biasa ditemukan pada binatang penggali.
Longrich malah melihat sejumlah organ mirip ular, seperti gigi bengkok, rahang dan tulang punggung fleksibel, bahkan sisik mirip ular.
"Tidak bisa dimungkiri itu adalah ular. Hanya saja, dengan lengan dan kaki kecil," katanya.
Lengan 4 mm dan kaki 7 mm itu, menurut Longrich, tidak digunakan untuk berjalan, tetapi untuk mencengkeram mangsa.
Cengkeraman lemah itu yang mungkin juga digunakan pada saat perkawinan adalah sumber nama spesies itu, yakni Tetrapodophis, yang artinya ular berkaki empat, dan Amplectus, yaitu bahasa Latin yang berarti merangkul.
Dr Bruno Simoes yang mempelajari evolusi penglihatan ular di Museum Sejarah Alam di London mengatakan sangat terkesan oleh penemuan ini karena lengan dan kaki ular itu terawetkan dengan baik dan tampak berkembang baik.
"Sangat mengejutkan karena tampak sangat dekat dengan kelompok ular masa kini," katanya.
Simoes mengatakan, fosil tersebut ini dan beberapa temuan baru lainnya memberikan bukti bahwa ular berevolusi di daratan.
Tangan dan kaki kecilnya itu diduga tidak digunakan untuk berjalan dan berenang, tetapi mungkin membantunya mencengkeram mangsa dan menggali. Temuan itu memperkuat asumsi yang mengatakan bahwa ular berevolusi di daratan.
Perdebatan itu sudah lama berlangsung di antara ahli palaentologi, dan para peneliti mengatakan bahwa makin sedikit bukti yang menunjukkan ular berkembang dari reptil laut.
"Ini adalah fosil ular yang paling primitif, dan tampak jelas ini tidak hidup di air," kata Dr Nick Longrich dari University of Bath, salah satu peneliti studi itu. Berbicara kepada Science in Action untuk BBC, Longrich menjelaskan, makhluk ini tidak memiliki buntut yang berbentuk seperti dayung untuk berenang dan tidak memiliki tanda-tanda sirip.
Sedangkan belalainya yang panjang dan moncong pendek adalah fitur yang biasa ditemukan pada binatang penggali.
Longrich malah melihat sejumlah organ mirip ular, seperti gigi bengkok, rahang dan tulang punggung fleksibel, bahkan sisik mirip ular.
"Tidak bisa dimungkiri itu adalah ular. Hanya saja, dengan lengan dan kaki kecil," katanya.
Lengan 4 mm dan kaki 7 mm itu, menurut Longrich, tidak digunakan untuk berjalan, tetapi untuk mencengkeram mangsa.
Cengkeraman lemah itu yang mungkin juga digunakan pada saat perkawinan adalah sumber nama spesies itu, yakni Tetrapodophis, yang artinya ular berkaki empat, dan Amplectus, yaitu bahasa Latin yang berarti merangkul.
Dr Bruno Simoes yang mempelajari evolusi penglihatan ular di Museum Sejarah Alam di London mengatakan sangat terkesan oleh penemuan ini karena lengan dan kaki ular itu terawetkan dengan baik dan tampak berkembang baik.
"Sangat mengejutkan karena tampak sangat dekat dengan kelompok ular masa kini," katanya.
Simoes mengatakan, fosil tersebut ini dan beberapa temuan baru lainnya memberikan bukti bahwa ular berevolusi di daratan.
Kilat Merah Misterius di Bumi Tertangkap dari Luar Angkasa

Kilat cahaya berupa petir adalah fenomena biasa. Namun, bagaimana dengan kilat cahaya berwarna merah di atas badai? Jarang melihatnya bukan?
Pada 10 Agustus 2015 lalu, para astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melihat kilat merah misterius itu di atas langit Missouri, Amerika Serikat, dan El Salvador. Keduanya tertangkap hanya dalam rentang waktu tiga menit.
Kilat itu kurang lebih berdiameter 100 kilometer. Biasanya, sulit untuk melihat kilat itu dengan mata telanjang. Jadi, melihat dua kilat cahaya itu secara langsung dalam waktu singkat sangat beruntung.
Pada 10 Agustus 2015 lalu, para astronot yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melihat kilat merah misterius itu di atas langit Missouri, Amerika Serikat, dan El Salvador. Keduanya tertangkap hanya dalam rentang waktu tiga menit.
Kilat itu kurang lebih berdiameter 100 kilometer. Biasanya, sulit untuk melihat kilat itu dengan mata telanjang. Jadi, melihat dua kilat cahaya itu secara langsung dalam waktu singkat sangat beruntung.
Meski mungkin terdengar remeh, kilat yang kerap disebut "sprite" itu misterius dan terus dipelajari oleh ilmuwan. Publikasi terbaru tentang pemicu dirilis di Nature Communications, 29 Juni 2015 lalu.
Ilmuwan sebelumnya sudah punya dugaan bahwa feneomena itu dipicu oleh gelombang gravitasi di atmosfer. Dalam studinya, Ningyu Liu dari Florida Institute of Technology berhasil membuktikan bahwa dugaan itu benar.
Menurut Liu, gangguan kecil akibat gelombang gravitasi di atmosfer bisa tumbuh di dalam medan listrik yang ada pada badai hingga akhirnya membentuk sprite.
"Gangguan dengan ukuran kecil dengan amplitudo besar adalah kondisi terbaik bagi munculnya sprite," kata Liu seperti dikutip Eureakalert, Juni lalu.
"Jika ukuran gangguan terlalu besar, pembentukan sprite tak mungkin terjadi. Jika magnitudo gangguan kecil, butuh waktu lama bagi sprite untuk terbentuk," ujarnya.
Lantas mengapa sprite berwarna merah? Menurut Liu, sprite terjadi ketika elektron pada badai terionisasi oleh nitrogen. Proses itu menghasilkan warna merah.
Seperti Inikah Tampang Nenek Moyang Manusia?

Ilmuwan mengklaim telah menemukan anggota baru dalam pohon keluarga manusia. Temuan ini berkat adanya sekumpulan tulang fosil di gua yang sempit dan gelap di Afrika Selatan.
Diutarakan ilmuwan, spesies baru ini merupakan campuran dari karakter mirip manusia dan keluarga yang lebih primitif lagi. Sebagian ilmuwan mengaggapnya sebagai spesies yang aneh. Sayangnya, temuan itu masih menyisakan sejumlah misteri, baik terkait dengan umur fosil, cara mereka masuk ke gua yang sulit diakses.
Dilansir melalui FoxNews, Jumat 11 September 2015, situs itu terletak 30 mil dari sebelah utara Johannesburg. Dari situ telah terkumpul sekitar 1.550 spesimen sejak penemuannya di 2013. Fosil-fosil itu diperkirakan mewakili sekitar 15 orang individu.
Peneliti menamakan mahluk itu sebagai Homo naledi. Digambarkan sebagai mahluk yang sudah bisa berdiri tegak. Tangan dan kaki mereka mirip spesies Homo namun bahu dan ukuran otak yang kecil lebih mirip nenek moyang Homo yang mirip kera.
Diutarakan ilmuwan, spesies baru ini merupakan campuran dari karakter mirip manusia dan keluarga yang lebih primitif lagi. Sebagian ilmuwan mengaggapnya sebagai spesies yang aneh. Sayangnya, temuan itu masih menyisakan sejumlah misteri, baik terkait dengan umur fosil, cara mereka masuk ke gua yang sulit diakses.
Dilansir melalui FoxNews, Jumat 11 September 2015, situs itu terletak 30 mil dari sebelah utara Johannesburg. Dari situ telah terkumpul sekitar 1.550 spesimen sejak penemuannya di 2013. Fosil-fosil itu diperkirakan mewakili sekitar 15 orang individu.
Peneliti menamakan mahluk itu sebagai Homo naledi. Digambarkan sebagai mahluk yang sudah bisa berdiri tegak. Tangan dan kaki mereka mirip spesies Homo namun bahu dan ukuran otak yang kecil lebih mirip nenek moyang Homo yang mirip kera.
"Karakter anatomi naledi mengungkap jika mereka adalah bagian dari kelompok Homo, yang umurnya sekitar 2,5 juta sampai 2,8 juta tahun," ujar Lee Berger, Profesor dari University of the Witwaterstrand, Johannesburg.
Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal eLife. Berger mengakui tidak bisa menentukan umur fosil itu karena karakteristik situs yang tidak biasa. Namun mereka tetap berupaya untuk menemukan jawabannya.
"Kami belum bisa mengklaim jika naledi adalah nenek moyang langsung dari manusia modern," kata Berger.
Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Program Keturunan Asli Manusia di Smithsonian Institute, Museum Sejarah Nasional, Rick Potts. Menurut Potts, tanpa adanya identifikasi usia maka akan sulit bagi peneliti untuk menentukan evolusi signifikan dari temuan ini.
Namun, Eric Delson dari Lehman College di New York percaya jika naledi masuk dalam kelompok manusia yang hidup dua juta tahun lalu. Sedangkan mengenai pertanyaan bagaimana naledi bisa masuk ke dalam goa itu, peneliti percaya jika goa itu adalah ruang kematian yang memang disediakan untuk manusia di zamannya. Atau mungkin, itu adalah perangkap mematikan bagi individu kala itu.
Peneliti lain, Tim White, dari University of California menganggap jika temuan fosil ini bukanlah bukti adanya spesies baru dari keturunan manusia. White yakin jika fosil itu adalah milik spesies primitif Homo erectus.
Bocah Ini Temukan Fosil Dinosaurus Usia 100 Juta Tahun! Kok Bisa?

Bocah usia lima tahun di Amerika Serikat menarik perhatian dari para peneliti dan media setempat. Bocah yang bernama Wylie, tak sengaja menemukan fosil dinosaurus langka berusia 100 juta tahun.
Sang bocah itu awalnya tak menyadari temuan penting itu. Dilansir dari Dallasnews, Kamis, 9 April 2015, saat itu, Wylie bersama ayahnya, Tim Brys, yang bekerja penjaga kebun binatang Dallas sedang bermain di dekat supermarket Matlock Road dan Debbie Lane, Texas.
Tiba-tiba Wylie menghampiri ayahnya dan menunjukkan temuannya.
"Ayah saya mengatakan itu adalah kura-kura. Tapi kini ayah mengatakan kepada saya bahwa itu adalah dinosaurus," ujar bocah itu di lokasi temuan.
Brys mengisahkan begitu buah hatinya menemukan fosil itu, ia terus menggali lokasi temuan untuk mencoba mencari fosil yang lain.
Sang bocah itu awalnya tak menyadari temuan penting itu. Dilansir dari Dallasnews, Kamis, 9 April 2015, saat itu, Wylie bersama ayahnya, Tim Brys, yang bekerja penjaga kebun binatang Dallas sedang bermain di dekat supermarket Matlock Road dan Debbie Lane, Texas.
Tiba-tiba Wylie menghampiri ayahnya dan menunjukkan temuannya.
"Ayah saya mengatakan itu adalah kura-kura. Tapi kini ayah mengatakan kepada saya bahwa itu adalah dinosaurus," ujar bocah itu di lokasi temuan.
Brys mengisahkan begitu buah hatinya menemukan fosil itu, ia terus menggali lokasi temuan untuk mencoba mencari fosil yang lain.
"Wylie menghampiri saya dan menemukan sebongkah fosil. Itu ukurannya besar dan saya mengetahui itu sesuatu yang menarik," kata Brys.
Temuan itu dilaporkan terjadi pada September tahun lalu, tapi untuk izin eskavasi di lokasi temuan baru bisa dikantongi beberapa bulan kemudian.
Temuan sang bocah itu menarik peneliti Southern Methodist University (SMU), Amerika Serikat. Peneliti menduga fosil itu bagian dari nodosaur, spesies dinosaurus darat langka di Texas.
"Cukup jarang menemukan dinosaurus di daerah ini," kata Michael Polycyn, peneliti SMU.
Fosil yang ditemukan sebuah cangkang pelindung tulang. Selanjutnya fosil dibawa ke laboratorium SMU untuk diteliti lebih lanjut.
Polycyn berterima kasih atas temuan bapak-anak itu. Bila tak ditemukan mereka, kata dia, fosil itu akan terkubur dan tak ditemukan lagi. Sebab di atas lokasi temuan akan dilakukan pembangunan.
Langganan:
Postingan (Atom)




















Total Tayangan Laman